Fenomena Keplak mengkeplak menjadi  berita hangat akhir akhir ini pasca pelatih timnas indonesia Shin Tae Yong menegur saddil Ramdani melalui tangan.

Berita itu menjadi heboh karena selama ini sangat jarang ada pelatih yang menyemangati pemainnya dalam latihan sampai main fisik seperti Shin Tae Yong.

Namun perlu digaris bawahi main fisik dimaksud bukanlah tindak kekerasan melainkan tepukan sederhana sebagai bentuk stimulus dari pelatih kepada skuatnya.

Dilansir dari indosport.com, Selepas peristiwa tersebut, saddil Ramdani mengaku mengalami progres pasca digembleng oleh Shin Tae Yong secara fisik.

“Kami merasakan latihan fisik selama beberapa hari terakhir. Sangat melelahkan, tapi sangat menyenangkan juga tentunya. Saya harap latihan ini menjadi modal kami untuk meningkatkan fisik,” kata Saddil Ramdani.

Pemain milik Sabah FC itu bersyukur kembali dipanggil memperkuat Skuat Garuda di Piala AFF 2022. Saddil pun bertekad kerja keras meningkatkan fisik serta kemampuannya supaya bisa berkontribusi.

Baca Juga:   Lampiaskan Kekesalan, Netizen Indonesia Ramai-Ramai Unfollow IG Lechia Gdansk Gegara Witan Sulaeman Cabut

“Alhamdulillah sangat senang, Saddil juga merasa bersyukur juga karena banyak belajar juga di sini dan kami di sini harus benar-benar bekerja keras,” tuturnya.

“Harapan saya, semoga ke depannya,  baik saya pribadi maupun teman-teman kami dapat meningkatkan kemampuan kami masing-masing,” imbuh pemain berusia 23 tahun tersebut.

Saddil akan menjadi salah satu andalan Indonesia untuk membombardir pertahanan lawan pada perhelatan piala AFF 2022 nanti.

Baca Juga:   Bertemu Pratama Arhan di Piala AFF U-23, Komentar Pemain Malaysia Ini Bikin Geram

Di Piala AFF 2022, timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Mereka dua kali bertindak sebagai tuan rumah selama fase grup.

Kamboja menjadi lawan pertama tim Merah Putih pada 23 Desember, lalu bertandang ke Brunei Darussalam (26 Desember), menjamu Thailand (29 Desember) dan tandang lagi ke Filipina (2 Januari).

(Editor/Fathur Rozi)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan