Bek muda andalan Persija Jakarta, Rio Fahmi menjadi olok-olokan netizen usai tampil buruk saat laga Timnas Indonesia U-23 melawan Vietnam, saat itu tuan rumah menang dengan skor telak 3-0.

Kekalahan telak di laga perdana membuat suporter Indonesia terpancing amarahnya, Shin Tae-yong yang biasa mendapat pujian kini jadi sorotan karena memilih Rio Fahmi dibanding Bagas Kaffa.

Harus diakui, Rio Fahmi sangat lemah saat melawan Vietnam. Posisinya sering dimanfaatkan oleh para pemain Vietnam untuk mengobrak-abrik pertahanan skuad Garuda dan memang berhasil.

Dua dari tiga gol yang diciptakan oleh tim asuhan park Hang-seo lahir dari post yang dijaga oleh Rio Fahmi, tentu itu menjadi catatan buruk untuk sang pemain yang gemilang di Persija.

Netizen yang kesal pun akhirnya meramaikan Twitter, ada dua nama yang trending secara bersamaan yaitu Rio Fahmi dan Bagas Kaffa yang dinilai netizen lebih pantas untuk dipilih.

Rio Fahmi

“Rio Fahmi selalu kalah sprint, pembacaan bola juga grogi. Kalau bawa bola, mesti diarahkan ke sisi kanan, meskipun enggak ada orang di sisi kanan,” cuit akun @faridafriandi, Jumat (6/5/2022).

“Rio Fahmi ampas, bek tengah, gelandang dan sayap semuanya sibuk nge-cover posisi dia. Kalau udah gitu ya tinggal tunggu gol doang dan bodohnya enggak diganti-ganti,” kata akun @Faishallshal5.

“Rio Fahmi juga mentalnya belum ada. Enggak bisa bertahan, enggak bisa nyerang,” ujar akun @Muhamma31151036.

“Daripada lu nyalahin Rio Fahmi atau pemain muda lainnya yang baru di Timnas dan ketemu musuh bebuyutan kek Vietnam di kandang sendiri, mending lu salahin STY (Shin Tae Yong) dah. Taktik enggak jalan, pergantian pemain malah bikin tambah bobrok,” jelas akun @kangfototulang.

Baca Juga:   Diminati 1 Klub Eropa dan 2 Klub Asia, Bagas Kaffa Kemungkinan Besar Susul Pratama Arhan

Alhasil, nama Bagas Kaffa pun trending di Twitter. Pemain Barito Putera ini merupakan fullback kanan yang dicoret Shin Tae-yong demi memberikan tempat kepada Rio Fahmi.

Bagas Kaffa sendiri memang sejak masih sangat belia ia sudah membela Timnas Indonesia yang saat itu tampil gemilang, seiring waktu sang pemain mulai jarang mendapat panggilan Timnas.

(Editor/Yusril Fahmi)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan