Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman kembali dipercaya bermain sejak awal oleh FK Senica kala melawan SKF Sered.

Bermain sejak awal kedua pemain Indonesia itu sayangnya tak berhasil cetak gol sepanjang 69 menit sebelum mereka digantikan bebarengan.

Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri secara bersamaan digantikan oleh Dominik Duda dan Cyriaque Mayounga Ngolou pada menit ke-69.

Bermain di Stadion FK Senica, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman bermain cukup baik, beberapa peluang didapatkan sayangnya belum bisa menjadi gol.

SKF Sered bermain apik sejak awal laga, bahkan tim tersebut berhasil mencetak gol cepat di menit ke-7 berkat aksi dari Marin Ljubicic.

1-0 bertahan hingga babak pertama usai, memperebutkan klasemen ke enam agar bisa mempunyai kesempatan bermain di kasta ketiga FIFA membuat FK Senica tampil menyerang.

Ketertinggalan 1-0 menjadi bahan bakar para pemain untuk tampil lebih menyerang, namun hal itu malah menjadi kelemahan FK Senica.

Akhirnya ada ruang kosong yang mampu dikonversi menjadi gol oleh pemain lawan bernama Roko Jureskin di menit ke-83.

Baca Juga:   Nasib Berbeda Klub Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, Bak Bumi dan Langit

FK Senica baru bisa mencetak gol di babak tambahan waktu tepatnya di menit ke 92 dan skor akhir menjadi 2-1.

Mereka pun harus rela turun peringkat di klasemen Fortuna Liga ke urutan kedelapan. Meski kalah, ternyata pelatih Sered sempat mengkhawatirkan kehadiran Egy dan Witan di skuat Senica.

Meski tak menyebutkan nama secara spesifik, Jarabek mengaku respek dengan keberadaan pemain-pemain yang menarik di skuat Senica.

“Kami memang memprediksi pertarungan yang sulit dalam dalam memprebutkan posisi keenam. Kami ingin menang dan tidak ingin menunggu pertandingan terakhir. Pada saat yang sama, kami menghormati kualitas Senica, karena mereka sangat agresif. Mereka memiliki pemain yang menarik dan memeragakan permainan kombinasi,” bilang Jarabek, dikutip Football5star dari media Slowakia.

Baca Juga:   Tak Digaji, Egy Maulana dan Witan Sulaiman Mogok Main untuk FK Senica

“Kami tahu ketika mereka membuka permainan, akan rentan di lini pertahanan, dan itu terbukti. Kami bisa memanfaatkan dengan baik sejumlah situasi serangan balik. Namun yang paling penting, kami mengoptimalkannya dengan meraih hasil yang diinginkan,” bilang Jarabek lagi.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan