Timnas Indonesia boleh berbangga diri lantaran pemain Timnasnya yaitu Ronaldo Kwateh dikonfirmasi oleh agennya sendiri sedang diminati klub asal Eropa.

Namun sepertinya langkah Ronaldo Kwateh gabung klub baru nantinya akan ada sedikit kendala, lantaran Madura United berharap ada fee transfer agar mereka mau melepaskannya.

“Kalau pihak Madura United oke saja Ronaldo Kwateh dilepas ke luar negeri. Ya, mereka minta [biaya transfer], tidak gratis, tetapi angkanya belum diucapkan, kami belum bicarakan,” kata agen Ronaldo, Julius Kwateh.

“Ya, untuk klub yang di Turki (Antalyaspor), kita sudah bicara.” ungkap Julius kepada Sportstars.id.

“Tapi (sesuai) peraturan FIFA, Ronaldo harus berusia 18 tahun. Jadi kita lagi tunggu beberapa bulan lagi” tambah Julius.

Meski terkesan seperti mempersulit, namun wajar Madura United lakukan hal tersebut karena klub berhak mengajukan hal tersebut.

Hal itu sangat jauh berbeda dengan kondisi transfer Pratama Arhan, saat itu PSIS Semarang memilih untuk melepaskannya dengan free transfer meski kontraknya masih ada hingga akhir musim ini.

“Sesuai komitmen PSIS, Arhan kami lepas tanpa fee satu rupiah pun. Ini demi karir Arhan. Hal ini juga sebuah kebanggaan untuk PSIS karena jebolan akademinya bisa dilirik ke klub Jepang.”

“Arhan selama berada di luar negeri tetap menjadi brand ambassador PSIS dengan harapan mampu mempromosikan nama PSIS di kancah internasional.”

“Tak hanya itu, antara kami PSIS, kemudian Arhan, dan agen Arhan telah sepakat mau sejauh mana Arhan bermain di luar negeri, saat kembali di Indonesia, Arhan kembalinya ke PSIS sebagai rumah yang telah membesarkan Arhan selama ini.” ujar Yoyok Sukawi.

Baca Juga:   Tampil Apik di Timnas U-19 dan U-23, Ronaldo Kwateh Jadi Sorotan Media Vietnam

Berbeda situasi dengan Pratama Arhan, maka transfer Ronaldo Kwateh akan lebih menantang bagi sang agen namun keputusan Madura United tentunya tidak bisa disalahkan.

Ronaldo Kwateh harusnya tiru Egy Maulana Vikri yang tak mau menerima kontrak tawaran dari para klub Indonesia karena targetnya adalah bermain di luar negeri.

Maka ketika ada tawaran datang, Egy sangat mudah untuk mengurusi kepindahannya.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan