Musim depan nampaknya akan menjadi perubahan yang cukup besar untuk sepak bola Indonesia khususnya bagian wasit yang sering mendapat kritikan.

Kritikan tersebut lantaran banyaknya wasit yang buruk dalam bertugas dan mengambil keputusan sehingga dirasa janggal oleh para suporter dan tentunya merugikan tim juga.

Tak hanya di Liga 2 dan Liga 3, bahkan di Liga 1 pun kontroversial sering terjadi di musim ini, oleh karena itu PSSI ingin berbenah.

Protes klub itu rupanya menjadi perhatian serius Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh.

Baca Juga:   Masih Jadi Perbincangan! Suporter Pertanyakan Stadion Tak Bisa Dihadiri Penonton Sedangkan MotoGP Bisa

Ahmad Riyadh mengatakan PSSI telah menyiapkan tim untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit.

“Nanti kami evaluasi kinerja wasit. Ada tim yang melihat dan memantau pertandingan antara dua tim,” kata Ahmad Riyadh dikutip dari Surya, (Rabu (23/3/2022).

PSSI tak ingin keputusan-keputusan buruk soal wasit terulang kembali, oleh karena itu organisasi tersebut akan lakukan tes ulang kepada para wasit nasional.

Nantinya, hanya wasit yang lolos tes saja yang akan diizinkan bertugas memimpin pertandingan.

“Saya minta kompetisi selanjutnya bersih dari ketidakmampuan wasit,” ungkap Ahmad Riyadh.

Baca Juga:   Didesak Segera Menggunakan VAR, Ketum PSSI: Mahal, Satu Pertandingan Bisa Telan 75 Juta

“Kami akan tes ulang fitnes, pemahaman Law of The Game. Kalau sudah jelas baru boleh turun (ke lapangan),” imbuhnya.

Tak main-main, PSSI akan datangkan wasit asing agar keputusan buruk tak terulang kembali, bahkan hal ini sudah diajukan ke AFC.

“Keluhan mereka kami tampung dulu dan evaluasi bersama. Sekalian menunggu kedatangan direktur wasit asing,” ujarnya.

“Saya lagi mengajukan ke AFC.”

“Saya minta dari Jepang dan Korea supaya waktu penugasannya sesuai dengan data,” imbuhnya.

Baca Juga:   Ngaku Tidak Memiliki Wewenang, Menpora Pasrah Keberlanjutan Liga Indonesia Pada Kepolisian

Yang tak kalah menarik yaitu PSSI ingin merekrut para tentara yang masih muda untuk menjadi wasit, menurutnya akan lebih mudah untuk diajari menjadi wasit karena mereka sudah disiplin.

“Disamping itu, kami juga melibatkan tentara yang berusia sekitar 20 tahun untuk dijadikan sebagai wasit,” tutur Ahmad Riyadh.

“Karena mereka ada kedisiplinan, tinggal memberikan pengetahuan peraturan wasit. Fisik mereka masih oke,” pungkasnya.

Nampaknya perubahan besar akan terjadi di musim depan, namun kita tunggu saja apakah cepat direalisasikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan