Belakangan ini, performa yang ditunjukkan oleh Timnas Indonesia memang tengah menanjak. Hal tersebut pada akhirnya berdampak pada hal positif, di mana para pemain keturunan Indonesia yang tengah berkarir di luar negeri menyatakan keinginannya untuk bisa menjadi bagian skuat Merah Putih.

Salah satu diantaranya adalah Ilias Alhaft. Pemain yang turut mengantarkan Almere City merebut tiket promosi ke Eredivisie tersebut melemparkan beragam kode untuk menarik perhatian dari federasi. Bahkan, dalam selebrasi promosi sekaligus perayaan keberhasilan Almere menjadi kampiun kasta kedua Liga Belanda, pemain yang juga memiliki darah Maroko tersebut mengibarkan bendera merah putih.

Terbaru, pemain yang berposisi sebagai sayap serang di klub yang dibelanya tersebut kembali memberikan statemen mengenai Timnas Indonesia. Sepertimana dikutip dari akun TikTok Berita Sepakbola, pemain yang kini berusia 26 tahun itu menyinggung para pemain naturalisasi yang kini marak menghuni skuat Garuda.

Lebih lanjut, Alhaft juga memberikan sebuah pandangan bahwa Timnas Indonesia bisa saja meraih kesuksesan seperti Timnas Maroko, yang sukses membentuk skuat dengan mengkombinasikan antara pemain lokal dan pemain naturalisasi.

“Maroko juga bisa dilihat sebagai contoh dalam hal tim mereka sebagai gabungan antara pemain lokal Maroko, dan dikombinasikan dengan pemain-pemain keturunan yang bermain di Belanda,” kata Alhaft seperti disitasi dari akun TikTok Berita Sepakbola.

Baca Juga:   Kritik Kebijakan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pakar Sepak Bola Vietnam: Mereka Iri pada Vietnam

“Itu bisa menjadi kesuksesan. Saya melihat bahwa potensi kesuksesan dengan materi pemain campuran itu sebetulnya ada di Timnas Indonesia juga,” ujarnya dengan optimis.

Tentu saja apa yang disampaikan oleh Alhaft bukannya tanpa bukti. Maroko memang menjadi salah satu tim yang sukses memadukan talenta-talenta diaspora mereka dengan para pemain lokal di Timnas. Salah satu bukti nyata yang masih akan selalu dikenang adalah keberhasilan Maroko yang sukses menembus babak empat besar perhelatan Piala Dunia Qatar tahun 2022 lalu.

Bukan sebuah keberuntungan, perjalanan Maroko kala itu sudah teruji kekuatannya, karena mereka harus berjibaku melewati halangan raksasa-raksasa sepak bola dunia sekelas Belgia, Spanyol dan Portugal. Dan seperti yang dikatakan oleh Alhaft, Maroko kala itu berkomposisikan pemain naturalisasi dan lokal, yang dipadukan dengan sangat apik oleh pelatih Walid Regragui.

Semoga saja apa yang dikatakan oleh Ilias Alhaft menjadi kenyataan ya, Indonesia suatu saat nanti bisa menjadi negara yang kuat di persepakbolaan dunia dengan materi gabungan pemain naturalisasi dan pemain lokal.

Sumber: suara.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan