Pantas Saja Mau Dihina Bagaimanapun Tak Tergantikan! Ini Ternyata Alasan Dedik Selalu Diandalkan

Source: Genpi
Source: Genpi

Shin Tae-yong memberikan banyak perubahan sejak melatih Timnas Indonesia, pelatih berusia 51 tahun itu memang sangat disiplin dalam melatih dan selalu ingin para pemain bekerja keras entah hasilnya juara maupun tidak.

Hal itu memang sudah menjadi konsen Shin Tae-yong sejak awal datang dan melatih Timnas Indonesia, pelatih berkebangsaan Korea Selatan ini lebih mementingkan merubah sistem sepak bola Indonesia dibandingkan terlalu fokus kepada prestasi, menurutnya jika sistem sudah baik maka prestasi akan mudah untuk diraih.

Baca Juga:   Shin Tae-yong Gerak Cepat, Jordy Wehrmann Pemain Keturunan Yang Bersinar di Eropa

“Sebenarnya saya ke Indonesia untuk mengubah sistem sepak bolanya. Daripada terlalu menitikberatkan pada prestasi. Saya berpikir akarnya harus kuat, agar ke atasnya juga kuat,” ujar Shin Tae Yong.

Salah satu yang paling terlihat yaitu Shin Tae-yong berani menurunkan para pemain muda di Piala AFF 2020, menjadi rata-rata tim dengan pemain termuda Timnas Indonesia berhasil menjadi runner up Piala AFF 2020. Hal itu memang sudah direncanakan oleh sang pelatih, dirinya ingin benar-benar merekrut pemain muda.

Baca Juga:   Marcell Januar Menangis Usai Buat 2 Blunder Lalu Ditarik Keluar Saat Lawan Korea Selatan

“Tidak bisa hanya membebankan prestasi di kancah senior kepada pelatih. Sebelum saya masuk, Indonesia adalah tim dengan rata-rata pemain tertua di Asia Tenggara. Tapi sekarang di tangan saya rata-ratanya 21,5 tahun. Tim seniornya rata-rata berumur 21,5 tahun. Saya benar-benar merekrut pemain-pemain muda,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.