Dua pemain Timnas Indonesia yang sedang mengadu nasib di Eropa, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman mendapatkan hasil yang berbeda bersama klubnya masing-masing.

Setelah pemain tersebut mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam lanjutan Superlig Slowakia.

Akan tetapi, hasil berbeda didapatkan kedua pemain tersebut. FC ViOn Zlate Moravce yang merupakan klub Egy Maulana harus menelan kekalahan 4-2 dari tim promosi Banska Bystrica Dukla, Minggu (28/8) dini hari WIB.

Bahkan, Zlate Moravce hingga kini belum mendapatkan kemenangan di tujuh laga beruntun. Mereka hanya memperoleh tiga imbang, dan empat kekalahan.

Namun demikian, Egy Maulana Vikri tampil sebagai starter dalam pertandingan ini. Bahkan, Egy turut berperan ketika Zlate Moravce menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-23.

Sementara itu, penggawa timnas Indonesia lainnya yang berkarir di Superlig Slowakia, Witan Sulaeman, terus mendapatkan hasil positif setelah AS Trencin menaklukkan tuan rumah FC DAC 1904 2-1 di Stadion Dunajska Streda.

Hasil ini membuat Trencin melalui empat laga beruntun tanpa kekalahan, satu di antaranya menuai hasil imbang. Trencin kini berada di peringkat enam dengan nilai 11. Koleksi poin Trencin sama dengan DAC, tapi kalah selisih gol.

Klub tersebut bahkan meraih kemenangan dengan cara comeback. Mereka sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ammar Ramadan pada menit ke-27. Pelatih Marian Zimen lalu melakukan penyegaran dengan melakukan pergantian pemain, satu di antaranya Witan pada menit ke-61.

Masuknya Witan Sulaeman ternyata membawa berkah bagi AS Trencin. Mereka akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-65 melalui Filip Bainovic. Bahkan Bainovic mencetak brace selang tiga menit kemudian untuk memastikan kemenangan menjadi 2-1.

Baca Juga:   Publik Vietnam Iri dan Panas dengan Timnas Indonesia Gara-Gara Dipuji Pelatih Juara Dunia Argentina

Sementara itu, Witan Sulaeman yang bermain cukup gemilang mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol perdananya pada akhir laga.

Pada momentum serangan balik, witan Sulaiman berhasil melakukan solo run ke jantung pertahanan lawan. Permainan itu akhirnya memberikan umpan kepada Eynel Soares.

Sayang, Pemain bernomor punggung 7 ini memilih melakukan eksekusi sendiri dan bisa dimentahkan barisan pertahanan lawan.

Padahal disaat yang sama, Witan Sulaeman tengah bersiap untuk menerima bola kembali dan memiliki kesempatan untuk mengkonversi menjadi gol

(Editor/Fathur Rozi)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan