Publik Vietnam dibuat resah dengan kekuatan Timnas Indonesia jelang berlaga di putaran final Piala Asia 2023 di Qatar pada 12 Januari 2024 mendatang.

Seperti yang diketahui bersama, Vietnam berada satu grup bersama Timnas Indonesia di babak final Piala Asia 2023 yang dipindah dari China ke Qatar.

Piala Asia 2023 seharusnya digelar di Negeri Tirai Bambu pada 16 Juni mendatang, namun pandemi Covid-19 dan kebijakan baru membuat turnamen batal digelar di negara itu.

Hingga AFC memutuskan jika Piala Asia 2023 digelar di Qatar pada 2024, dimulai pada 12 Januari dan selesai pada 10 Februari 2024.

Skuad Garuda tergabung di Grup D, Vietnam bukan satu-satunya lawan sulit yang harus dihadapi Timnas Indonesia karena masih ada Irak dan juga Jepang.

Anak asuh Shin Tae-yong akan lebih dulu bermain melawan Irak di laga pertama fase grup yang digelar di Stadion Al Rayyan pada 15 Januari 2023.

Baca Juga:   Media Vietnam Ketakutan, Sebut Timnas Indonesia 100 Persen Gunakan Pemain Naturalisasi di Piala Asia 2023

Setelah itu Vietnam di Stadion Abdulah bin Khalifa pada 19 Januari, barulah melawan Jepang pada 24 Januari di Stadion Ahmad bin Ali.

Dari 24 kontestan, hanya 16 tim yang bakal lolos ke babak selanjutnya dengan rincian 6 juara grup, 6 runner-up dan 6 peringkat tiga terbaik.

Vietnam sebenarnya penuh percaya diri menatap fase grup Piala Asia 2023, apalagi melawan Timnas Indonesia yang di mata mereka sebagai tim lemah.

Akan tetapi rasa percaya diri Vietnam perlahan luntur, dimulai saat Timnas Indonesia menunjukkan keperkasaan di SEA Games 2023.

Menghancurkan Vietnam dengan 10 pemain di babak semifinal dengan skor akhir 3-2, ditambah kini Shin Tae-yong mendapat amunisi baru berupa pemain keturunan.

Para pemain keturunan itu bakal lebih dulu memperkuat Timnas Indonesia di laga FIFA Matchday melawan Palestina (14 Juni) dan Argentina (19 Juni).

Kondisi ini ternyata membuat publik Vietnam ketakutan setengah mati, khususnya terhadap wajah-wajah baru di skuad Timnas Indonesia.

Baca Juga:   Gelandang Serang Liga Inggris ini Langsung Viral Usai Timnas Indonesia Hadapi Jepang di Piala Asia 2023, Asnawi Mangkualam Siap Menjegal!

Para pemain keturunan dengan latar belakang sepak bola Eropa yang sangat kental, sangat berbeda dengan pemain naturalisasi terdahulu.

Dulu Vietnam boleh saja menghina program naturalisasi Timnas Indonesia, tapi kini hal itu menjadi sesuatu yang membuat fan mereka terkencing-kencing.

Saat dihadapkan dengan Timnas Indonesia dengan sederet pemain keturunan yang berhasil dinaturalisasi, seperti untuk Piala Asia 2023 mendatang.

“Vietnam bakal kesulitan saat Indonesia memanggil 7 pemain naturalisasi,” tulis Soha.vn.

“Skuad Indonesia diprediksi bakal membawa komposisi pemain yang diturunkan saat melawan Argentina dengan para bintang naturalisasi di Piala Asia 2023.

“Untuk mempersiapkan dua laga FIFA Matchday, Shin Tae-yong memanggil 26 pemain yang 7 di antaranya merupakan pemain naturalisasi.

“Di antaranya Ivar Jenner, Rafael Struick, Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Stefano Lilipaly dan Marc Klok.

“Para pemain inilah yang bakal membuat Vietnam mati kutu di Piala Asia 2023,” imbuh mereka.

Soha.vn juga mengingatkan kualitas yang dimiliki para pemain naturalisasi anyar Timnas Indonesia, khususnya Jordi Amat, Shayne Pattynama dan Ivar Jenner.

Baca Juga:   Mau Gabung Timnas Indonesia, Jenner dan Hubner Lolos Tes Medis, Selanjutnya Tinggal Kirim Dokumen ke Jokowi

Dua pemain dengan latar belakang sepak bola Eropa yang sangat mumpuni, sorotan publik Vietnam saat ini tertuju pada mereka.

“Para pemain yang disebutkan di atas tumbuh dari Belanda, Belgia, dan Spanyol,” tulis Soha.vn lagi.

“Negara-negara dengan latar belakang sepak bola yang sangat kuat di Eropa.

“Sorotan tajam publik Vietnam terhadap Jordi Amat, bek yang bermain untuk tim muda Espanyol.

“Dan dua pemain lain, Ivar Jenner serta Shayne Pattynama yang bermain untuk tim muda Ajax.” imbuh mereka.

Ketakutan Vietnam terhadap skuad baru Timnas Indonesia di FFIA Matchday Juni mendatang merupakan bukti berkualitasnya hasil naturalisasi pemain keturunan.

Jika dulu program ini dipandang sebelah mata karena banyak menghasilkan produk gagal, kini masyarakat sepak bola Tanah Air tengah optimis dengan itu.

Sumber: bolasport

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan