Wayan Koster selaku Gubernur Bali akan mengizinkan suporter hadiri pertandingan terakhir Bali United melawan Persik Kediri, sebetulnya pertandingan ini sudah tidak mempengaruhi klasemen.

Bali United yang sudah mengunci gelar juara Liga 1 musim ini dan dalam laga melawan Persik Kediri akan diikuti seremonial penyerahan piala untuk Bali United.

Pertandingan itu digelar pada Kamis (31/3), di Stadion Kapten Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar.

”Mengapa saya memberanikan diri menghadirkan penonton karena Bali sudah pada capaian level 2,”

“Yang menurut aturan dibolehkan jumlah penonton yang hadir 75 persen dari kapasitas,” kata Wayan Koster seperti dilansir dari Antara di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Minggu (27/3).

Baca Juga:   Segini Besaran Gaji Jesse Lingard jika Jadi Main di Liga Indonesia, Bali United Sanggup?

Pieter Tanuri selaku pemilik klub Bali United turut mendampingi Gubernur Koster bersama Anak Agung Gede Mayun selaku Wakil Bupati menyampaikan apresiasinya untuk Bali United.

”Saya sudah bicara dengan ketua PSSI, karena tidak lagi menentukan posisi juara, dimungkinkan tempat pertandingannya di Stadion Wayan Dipta.”

“Selain mengupayakan tempat, saya berupaya untuk memberikan kesempatan kepada para penonton melihat pertandingan ini,” ujar Wayan Koster.

Diberitakan oleh Jawapos, pertandingan tersebut akan dihadri 15 ribu suporter dan tidak perlu membayar tiket karena akan di gratiskan.

Baca Juga:   Lawan 10 Pemain Bali United, Persib Bandung Tetap Tak Bisa Kalahkan Bali United

Meski gratis, namun protokol kesehatan untuk masuk Stadion Kapten Wayan Dipta akan sangat ketat, hanya suporter yang sudah melakukan vaksin yang diperbolehkan untuk masuk stadion.

”Selain itu harus menggunakan masker dan harus datang dengan tertib dan disiplin dengan menunjukkan aplikasi PeduliLindungi,” terang Wayan Koster.

”Bagi yang akan menonton, masih ada waktu empat hari.”

“Untuk itu, saya mengajak dan mengimbau kepada penonton agar mulai sekarang mengikuti vaksin booster (penguat)”

“dan kemudian H-1 mengikuti swab (tes usap) antigen di puskesmas, rumah sakit, atau dinas kesehatan masing-masing,” ucap dia.

”Saya minta masyarakat datang dengan tertib, disiplin, tidak bikin ribut dan rusuh agar pertandingan ini betul-betul disaksikan dengan aman, nyaman dan damai,” tutur Wayan Koster.

Gubernur Bali itu merasa ide ini bisa terealisasikan karena ia mencontoh MotoGP yang berjalan dengan baik meski dihadiri banyak penonton.

”Juga melihat referensi penyelenggaraan MotoGP, penontonnya jauh lebih banyak. Di Bali, saya yakin masyarakatnya sangat tertib,” ujar Wayan Koster, mantan anggota DPR tiga periode itu.

Namun ide ini menuai banyak komentar dari para netizen, mengingat Liga 1 diadakan di Bali memang tidak untuk dihadiri oleh para penonton.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan