Timnas Indonesia berkembang pesat sejak kedatangan Shin Tae-yong, pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu benar-benar memenuhi perkatannya untuk mengubah sistem sepak bola Indonesia.

“Sebenarnya saya ke Indonesia untuk mengubah sistem sepak bolanya. Daripada terlalu menitikberatkan pada prestasi. Saya berpikir akarnya harus kuat, agar ke atasnya juga kuat,” ujar Shin Tae Yong.

Suporter Indonesia menyetujui keputusan dari Shin Tae-yong untuk mengubah sistem terlebih dahulu karena sudah berapa tahun kita kesulitan bersaing dengan sistem yang ada saat ini, dan kini Shin Tae-yong berani mendobrak hal tersebut dan membuat sistem yang baru.

Terlihat selama ini sistem baru yang diterapkan oleh Shin Tae-yong sangatlah baik, pelatih berusia 51 tahun itu mengandalkan para pemain muda yang tidak pernah mengeluh ketika berlari sepanjang pertandingan.

“Tidak bisa hanya membebankan prestasi di kancah senior kepada pelatih. Sebelum saya masuk, Indonesia adalah tim dengan rata-rata pemain tertua di Asia Tenggara. Tapi sekarang di tangan saya rata-ratanya 21,5 tahun. Tim seniornya rata-rata berumur 21,5 tahun. Saya benar-benar merekrut pemain-pemain muda,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

Salah satu pemain muda yang ia percaya saat ini adalah Ronaldo Kwateh, pemain dengan harga pasar 2,4 miliar ini sudah dipercaya masuk ke Timnas Indonesia senior kala menghadapi Timor Leste, bahkan debutnya mendapatkan pujian dari Shin Tae-yong.

Baca Juga:   Berkah Asnawi Mangkualam, Petinggi Ansan Greeners Kaget Tim Pecahkan Rekor

“Setelah mereka (Marselino dan Ronaldo) masuk, performa tim kami menjadi lebih baik,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari keterangan resmi PSSI, Jumat (28/1/2022).

“Pemain sepak bola memang harus selalu ‘lapar’ dan ‘haus’ saat berlaga,” tutur juru taktik asal Korea Selatan itu.

Kini Ronaldo Kwateh dipercaya Shin Tae-yong untuk masuk ke Timnas Indonesia U-23, kabar buruk terjadi karena ia harus membela Madura United lebih dulu baru bisa membela Timnas Indonesia, hal itu tentu mengganggu jadwal yang sudah disiapkan oleh Timnas Indonesia untuk para pemain.

Baca Juga:   Seperti Sekolah Saja, PSSI Rumuskan Proyek Kurikulum untuk Sepak Bola Indonesia, Ini Namanya…..

Belum lagi nantinya Ronaldo Kwateh harus di PCR terlebih dahulu sebelum bergabung dengan Timnas, dikhawatirkan terjadi apa-apa apabila tidak segera membela Timnas Indonesia.

“Memang saya ikut TC, akan tetapi akan berusaha bermain dulu melawan Persela. Setelah melawan Persela, saya bisa bergabung dengan Timnas,” ujar Ronaldo dalam konferensi pers.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan