Naturalisasi nampaknya cukup menyulitkan untuk Indonesia meskipun sudah beberapa kali melakukannya, bahkan saat ini pemain naturalisasinya memiliki darah keturunan Indonesia.

Timnas Indonesia alami hal buruk karena seperti diberitakan oleh akun Instagram @liputantimnas bahwa Jordi Amat kemungkinan bernasib seperti Ezra Walian yang sempat terganjal syarat dari FIFA.

Seperti yang kita tahu, beberapa bulan lalu Ezra Walian sempat ditangguhkan dan tak boleh membela merah putih karena belum mendapatkan izin dari FIFA.

Sekarang pemain andalan Persib Bandung tersebut sudah bisa membela Timnas Indonesia.

Hal itu kemungkinan bisa terjadi kepada Jordi Amat, peraturan FIFA yang sampai saat ini coba dipenuhi oleh PSSI membuat proses naturalisasi sang pemain terhambat.

Padahal sang pemain sendiri sudah siap dengan Kualifikasi Piala Asia 2023 untuk mendukung dan berkontribusi di skuad Garuda.

Hasani Abdulgani memberikan update terbaru mengenai perkembangan para pemain naturalisasi melalui akun Instagramnya.

“Sebenarnya bukan dokumen. Tapi, pertanyaan atau kajian mengapa harus ada pemain naturalisasi,” kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, dalam akun Instagramnya, @hasaniabdulgani, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga:   Hasani Beri Jersey Timnas untuk Sandy Walsh dan Jordi Amat, Naturalisasi Kian Dekat

“Bagaimana dengan aturan FIFA dan lainnya yang dipertanyakan oleh tim hukum Menpora kepada PSSI,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Mahaka Sports and Entertainment itu.

Hasani sendiri berharap bulan April atau Mei Sandy Walsh dan Jordi Amat akan segera menjadi Warga Negara Indonesia dan bisa secepatnya masuk skuad Garuda.

“Kalau semuanya lancar, mudah-mudahan bisa (tampil di Kualifikasi Piala Asia), targetnya kalau bisa April atau Mei sudah selesai, sebelum Kualifikasi Piala Asia,” kata Hasani kepada MNC Portal Indonesia.

Baca Juga:   Menunggu Duel Saddil Ramdani & Jordi Amat Saat Sabah FC VS JDT di Semifinal Piala Malaysia

Kenapa naturalisasi sangat dibutuhkan? Shin Tae-yong dan Hasani sudah menjelaskan bahwa pemain yang dinaturalisasi sudah pasti kualitasnya diatas pemain lokal.

Apabila kualitasnya sama dengan pemain lokal, lebih baik tidak dilakukan naturalisasi.

“Prinsip dia begini. Dia tidak mau merekrut asal-asalan kalau kualitas pemainnya tidak memenuhi syarat,” kata Hasani ketika dihubungi Bola.com beberapa waktu lalu.

“Dia tidak mau pemain yang dinaturalisasi levelnya masih masa dengan pemain lokal. Dia mau pemain itu levelnya di atas pemain Indonesia,” terang Hasani.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan