FK Senica harus menerima kenyataan delapan pemain, pelatih dan asistennya lakukan aksi mogok main usai krisis financial yang dialami klub asal Slovakia tersebut.

Gaji yang nunggak dan manajemen yang terlalu banyak janji membuat para pemain merasa tak betah untuk tetap berseragam FK Senica.

Dalam lanjutan Superlig Slowakia, FK Senica yang saat itu melawan Liptovsky Mikulas akhir pekan kemarin terpaksa harus menurunkan banyak pemain akademi.

Dan bisa diprediksi, FK Senica yang andalkan banyak pemain muda kalah telak 0-3 meski bermain dikandangnya sendiri.

Banyaknya pemain akademi yang diturunkan lantaran delapan pemain, pelatih dan assistennya memilih untuk lakukan aksi mogok main.

Baca Juga:   Tak Mau Muluk-muluk! Ini Target Besar Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman di FK Senica

Dalam pertandingan tersebut, tidak ada Juraj Piroska, kiper Matus Chropovsky, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Petr Pavlik, Cyriaque Mayounga, Marko Totka, dan Ioannis Nachos.

Sebelumnya, sudah ada tiga pemain yang lebih dulu lakukan mogok main, tiga pemain tersebut adalah Vaclav Svoboda, Lukas Kucera, dan Filip Orsula.

Para pemain lain sebenarnya sudah ada niatan untuk mengikuti jejak tiga pemain tersebut, namun mereka tetap tampil karena janji dari manajemen.

Satu bulan berlalu, nyatanya manajemen tak menunjukkan gelagat untuk memenuhi janjinya melunasi gaji para pemain beserta jajarannya.

Baca Juga:   FK Senica Kalah Lagi, Witan Sulaeman Kembali Cetak Gol, Egy Dalam Performa yang Buruk

“Tidak ada tindak lanjut dari manajemen klub, sehingga kami memutuskan untuk mengundurkan diri. Kita lihat saja apa yang terjadi sekarang.”

“Ada beberapa hal yang dipenuhi, dan ada yang tidak. Akibatnya, [kami] tidak mungkin untuk melangkah lebih jauh,” jelas Piroska kepada Sportnet.

“Bisa dibilang situasi tidak ada perubahan sejak itu, dan itu sudah berlangsung selama satu pekan [setelah laga melawan Pohronie].”

Piroska menjelaskan, meski manajemen sudah menahan para pemain beserta jajaran pelatih namun mereka tetap tak mau bertanding tanpa adanya bayaran.

“Tentu saja mereka berusaha agar kami bertahan, tapi kami bersikukuh. Semua bisa saja berubah jika langkah yang diambil dilakukan untuk pemain, tapi tak ada satu pun yang direalisasikan.”

Baca Juga:   Meski Tanpa Shin Tae-yong, PSSI Siapkan Pemain dari "Luar Negeri"

“Setiap orang bisa bermain secara gratisan, tapi saya pikir itu bukan solusi yang tepat,” beber Piroska.

“Kita akan lihat. Tentu saja pernyataan itu bisa ditarik kembali, tapi sekarang adalah saatnya untuk tegas.”

“Mereka harus bisa memberikan sinyal. Bukan cuma kata-kata, tapi tindakan nyata,” ucap pemain berusia 35 tahun ini.

“Untuk saat ini belum [ada rencana menggelar pertemuan dengan manejemen].”

“Sekarang waktunya liburan. Tapi kita lihat apa yang terjadi nanti dalam satu pekan ini.” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan