Naturalisasi yang dilakukan Timnas Indonesia nampaknya tidak didukung 100 persen oleh para pecinta sepak bola sang merah putih, meski banyak yang setuju namun tetap saja ada penolakan.

Timnas Indonesia memang sangat antusias untuk bisa meyakinkan para pemain keturunan agar mau membela Timnas Indonesia, bahkan beberapa kali pak Hasani mengejar sang pemain.

Bukan tanpa alasan, memang banyak yang harus dijelaskan kepada sang pemain agar ia memahami kenapa Timnas Indonesia menawari naturalisasi kepadanya.

Namun keputusan tersebut dikritik oleh Akmal Marhali, bahkan pengamat sepak bola tersebut tak ragu untuk menyatakan naturalisasi jadi bisnis agen.

“Naturalisasi itu harusnya natural. Tidak perlu dikejar-kejar. Apalagi diimingi timnas,” tulis Akmal lewat akun Instagram resmi miliknya.

“Natuturalisasi itu harus atas keinginan sendiri tanpa paksaan. Inilah yang salah kaprah di sepak bola Indonesia. Naturalisasi jadi bisnis agen,” tambahnya lagi.

Tak ingin opini Akmal Marhali semakin meluas, Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI memberi penjelasan mengenai naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI.

“Agen adalah perpanjangan tangan dari federasi. Federasi lain pun menggunakan agen untuk menjembatani perbedaan bahasa dan kultur,” jawab Iwan.

Baca Juga:   Media Vietnam Belum Move On, Sebut Indonesia Dapat Kabar Baik dari AFC Sebelum Kena Sanksi Efek Keributan di Final Sepakbola SEA Games 2023

“Agen tidak seperti yang Anda pikirkan. Mereka juga membantu dalam melengkapi data. Coba pikir dulu kalau bicara,” sambung pria dengan nama asli Mochamad Iriawan tersebut.

Bapak Menpora, Zainudin Amali juga pernah menjelaskan bahwa pemain yang diincar Shin Tae-yong bukan pemain yang sembarangan, kriterianya minimal bermain di Liga Eropa.

“Kualifikasi dari Shin Tae-yong sangat ketat. Dia hanya mau naturalisasi pemain keturunan yang main di Liga Eropa,” ujarnya.

“Jadi kan dia sudah dengan ketat begitu, saya dukung administrasinya,” pungkasnya,

Pengejaran pemain dalam naturalisasi harusnya wajar untuk dilakukan oleh Timnas Indonesia mengingat ranking FIFA sang merah putih belum sehebat Inggris maupun Jerman.

Apabila sudah sehebat Prancis, Inggris dan Jerman tentu pemain tak perlu diyakinkan lagi untuk bergabung dengan Timnas negara tersebut karena ranking FIFA sudah bisa menjadi jawaban.

Namun perlu disadari Timnas Indonesia masih berada di urutan ke 160 rank FIFA, maka wajar apabila PSSI mengupayakan pemain dengan meyakinkannya.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan