Timnas Indonesia kini sedang persiapan untuk Kualifikasi Piala Asia yang akan digelar pada Juni tahun ini, tak puas dengan para pemain yang ada coach Shin terus mencari pemain baru.

Beberapa pemain keturunan sudah dihubungi oleh Shin Tae-yong, namun sejauh ini hanya ada dua pemain yang benar-benar serius ingin membela Timnas Indonesia.

Kedua pemain tersebut adalah Sandy Walsh dan Jordi Amat, bahkan kedua pemain tersebut sudah mengirimkan dokumen untuk segera menjadi Warga Negara Indonesia.

Meski dokumen sudah dikirim, namun Menpora masih sangat berhati-hati dalam melakukan naturalisasi.

“Saya tentu hati-hati dalam melakukan naturalisasi ini karena sebagaimana saya sampaikan. Kami melakukan naturalisasi jika benar-benar terpaksa dan itu jangka pendek karena yang kami ingin bangun adalah sepakbola nasional,” kata Menpora dalam jumpa persnya.

Meski begitu, Jordi Amat dan Sandy Walsh sudah mendapat izin dari Menpora untuk segera dinaturalisasi setelah bertanya beberapa hal kepada Shin Tae-yong.

“Jadi dapat satu Sandy Walsh dan yang kedua Jordi Amat. Jadi dua itu sudah saya tanyakan kepada pelatih Shin Tae-yong memang kebutuhannya selain ada keturunan dan darah Indonesia. Jadi lebih muda, dan secara teknis mereka bagus karena main di liga utama Eropa. Itu yang menjadi alasan,” sebutnya.

Meski hingga kini belum resmi dinaturalisasi, namun cukup mengejutkan bahwasannya Sandy Walsh sudah mempelajari sejarah dari Timnas Indonesia.

Sandy Walsh bahkan tau bahwa Indonesia terakhir kali berpartisipasi di Kualifikasi Piala Asia pada tahun 2007.

”Sekarang, ada pelatih timnas, Shin Tae-yong, yang sangat percaya dengan saya. Dalam setiap pertemuan dengan pimpinan federasi, dia coba memanggil saya. Mereka tahu bahwa saya sangat termotivasi,” kata Walsh.

Baca Juga:   Shin Tae-yong Tak Pernah Kalah dari Iran, Peluang Timnas Indonesia Bikin Kejutan?

Sandy Walsh berharap bulan April tahun ini ia sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia.

”Sekarang, [proses naturalisasi] sudah 90-95 persen menuju selesai. Pada bulan April [2022], saya berharap akan resmi [jadi WNI],” jelasnya.

”Ada tiga pertandingan yang menentukan di Piala Asia 2023. Ini adalah fase kualifikasi terakhir dan Indonesia terakhir berpartisipasi pada 2007, jadi ada banyak yang dipertaruhkan,” pungkasnya.

(Editor / Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan