Kedatangan Pratama Arhan di Tokyo Verdy memberikan efek yang sangat besar, bukan hanya menguntungkan Pratama Arhan karena diberi kesempatan bermain di Liga Jepang, Tokyo Verdy juga dapatkan banyak keuntungan.

Sejak diumumkannya Pratama Arhan bergabung dengan Tokyo Verdy, klub asal Jepang tersebut mendapatkan pengikut yang sangat banyak hanya dalam beberapa jam bahkan menjadi klub Jepang paling terkenal sekarang.

Saat ini, pengikut akun Tokyo Verdy di Instagram menyentuh 362 ribu, sebelumnya klub paling terkenal di Jepang dipegang oleh Vissel Kobe dengan 281 ribu pengikut.

Berkat raihan tersebut, Pratama Arhan langsung dikenal oleh banyak pemain Tokyo Verdy meskipun belum bertemu langsung karena sang pemain memang belum bergabung.

Menurut laporan dari Sportstarsid, Pratama Arhan mendapatkan julukan influencer luar biasa dari pemain andalan Tokyo Verdy bernama Koken Kato.

Bukan bermaksud mengejek, namun memang kedatangan Pratama Arhan menambahkan pengikut Tokyo Verdy yang sangat besar, dari yang awalnya 20 ribuan kini sudah menyentuh 362 ribu.

Suporter Indonesia memang tidak perlu diragukan dalam memberi dukungan kepada para pemain, namun tidak sembarangan pemain yang mendapatkan dukungan.

Dengan fakta tersebut, harusnya para pemain Indonesia lebih bersemangat lagi bermain di luar negeri, mengingat suporter Indonesia siap ramaikan apapun klubnya asal mempunyai pemain Indonesia.

Diharapkan dengan dukungan dari suporter, para pemain lokal tidak perlu minder untuk bermain di luar negeri. Dan dengan semakin banyaknya pemain yang bermain di luar negeri maka semakin bagus skuad Garuda.

Bukan omongan belaka, bisa kita lihat perkembangan dari Asnawi Mangkualam yang dulunya banyak lakukan kesalahan dalam mengambil keputusan kini permainannya lebih tenang tidak gegabah.

Baca Juga:   Gawangnya Digempur Pemain Indonesia, Kiper Nepal Malah Nyatakan Cinta Indonesia

Selain Asnawi, ada Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang di Piala AFF 2020 terbukti sangat penting perannya meski diantara pemain lain masih banyak yang umurnya lebih senior dibandingkan dirinya.

Bukan hanya dari kualitas liga, namun infrastruktur juga cukup berbeda jika dibandingkan klub liga 1 dengan klub luar negeri bahkan klub kasta kedua di luar negeri terbukti lebih baik daripada klub Liga 1.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan