Kedatangan Pratama Arhan di J2 League membuka banyak sekali fakta-fakta yang jarang suporter Indonesia ketahui soal liga kasta di Jepang itu.

Mungkin ada yang belum tau, Pratama Arhan kini sudah resmi menjadi pemain Tokyo Verdy, klub tersebut kini bermain di J2 League, sempat superior pada masanya namun kini meredup.

Meski begitu, Tokyo Verdy masih berupaya keras untuk bangkit kembali agar bisa masuk dalam J League, di masa jayanya tim ini tercatat sudah tujuh kali juara kompetisi liga utama Jepang itu.

Pratama Arhan menjadi pemain keenam asal Asia Tenggara (ASEAN) dalam kompetisi J2 League musim ini, namun pemain andalan Timnas Indonesia itu lebih istimewa dibanding yang lainnya.

Sebelum membahas apa istimewanya Pratama Arhan dibanding pemain lain, mari kita bahas dahulu lima pemain ASEAN lainnya yang bermain di J2 League.

Dari lima pemain ASEAN, ada dua pemain berkebangsaan Vietnam, dua pemain dari Filipina dan satu pemain asal Thailand, lalu menjadi enam sejak adanya Pratama Arhan dari Indonesia.

Namun jumlah ini masih bisa bertambah mengingat bursa transfer masih dibuka dan J2 League sendiri akan mengawali musim pada tanggal 19 Februari 2022.

Dua pemain Filipina bernama Paul Tabinas dan Jefferson Tabinas, lalu ada dua pemain Vietnam bernama Pham van Luan dan Vu Hong Quan dan satu pemain Thailand bernama Sittichok Paso.

Paul Tabinas dan Jefferson Tabinas memang sejak kecil hidup di Jepang, bahkan mereka lahir di Jepang namun kedua pemain itu memilih kewaregaraan Filipina seusai SMA.

Sedangkan pemain Thailand bernama Sittichok Paso kini masih berstatus pemain pinjaman, pemain 23 tahun tersebut dipinjamkan oleh Chonburi FC ke FC Ryukyu.

Baca Juga:   Satu Gol Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Raih Kemenangan Lawan Vietnam di Piala AFF U-19

Dua pemain Vietnam bernama Pham van Luan dan Vu Hong Quan bagian dari program pertukaran pemain yang memang sedang dijalankan oleh J League.

Oleh karena itu Pratama Arhan terbilang istimewa karena sang pemain tidak lahir dan besar di Jepang, bukan pemain pinjaman dan bukan pula pemain dari program pertukaran pemain.

Statusnya di Tokyo Verdy adalah pemain tetap dengan kontrak dua tahun.

(Editor/Gamin Min)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan