Malaysia sangat murka dengan kekalahannya di Piala AFF 2020 melawan Timnas Indonesia, semua aspek mulai dikulik oleh Malaysia mulai dari pemain yang katanya ikut mengatur strategi, pecat pelatih dan yang terbaru menyalahkan Liga Malaysia.

Mantan pelatih Malaysia bernama Satiananthanan mempertanyakan keputusan Liga Malaysia yang meminimalisir para pemain asing, hal itu diharapkan akan bisa membuat pemain lokal lebih mendapatkan banyak jam terbang.

Namun nyatanya Malaysia malah tersingkir dari fase grup Piala AFF 2020, negara-negara yang liganya memiliki banyak pemain asing seperti Indonesia dan Thailand malah menjadi runner up dan juara di Piala AFF 2020.

“Lihat saja liga-liga di Thailand dan Indonesia. Meski liga-liga mereka banyak pemain asing, mereka tetap finis sebagai juara dan runner-up Piala AFF tahun lalu,” kata Satiananthanan dilansir dari New Straits Times, Kamis (3/2/2022).

“Mari kita bicara tentang penyerang. Kami (Malaysia) memiliki beberapa striker lokal berkualitas seperti Luqman Hakim Shamsudin (dari KV Kortrijk). Mereka harus mencoba dan meningkatkan diri,” tambahnya.

Menurut Satiananthanan, menghentikan pemain asing bermain di Liga Malaysia tidak akan membantu kompetisi, ia mengambil contoh Jepang dan Korea, meski diisi banyak pemain asing namun yang bermain kebanyakan pemain lokal.

Baca Juga:   Psywar Dilakukan Oleh Shin Tae-yong dan Park Hang-seo Jelang Berhadapan di Sea Games 2021

Dengan adanya pemain asing maka para pemain lebih bekerja keras untuk menunjukkan bahwa ia layak diandalkan di klubnya, karena tidak bisa dipungkiri banyak pemain asing yang lebih hebat namun jika itu dianggap kompetisi maka para pemain lokal akan lebih bersemangat mengejar bahkan mengalahkannya.

“Di liga Jepang dan Korea, sebagian besar pemain lokal memulai pertandingan, sementara pemain asing masuk sebagai pemain pengganti,” lanjutnya.

Baca Juga:   Yakin Akan Bersaing di Level Asia, Elkan Baggott: Kami Masih Muda

“Jepang dan Korea bekerja keras untuk mencapai level tertentu. Para pemain kami harus bekerja lebih keras, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari semua orang dalam sepakbola modern,” tambahnya.

“Kita harus berhenti mengatakan bahwa pemain lokal tidak diberi kesempatan untuk bermain sepak bola reguler. Menghentikan pemain asing bermain di liga tidak akan membantu kompetisi,” pungkasnya.

Dan itu memang benar, daripada membatasi lebih baik biarkan pemain asing beri contoh yang baik agar pemain lokal terpacu untuk mengejarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan