Ipswich Town kembali meraih kemenangan di ajang Professional U23 Development League 2 setelah mengalahkan Swansea City dengan skor telak 4-1.

4 Gol Ipswich Town U-23 pada laga semalam masing-masing disumbangkan oleh Idris El Mizouni (19′), Tawanda Chirewa (25′) dan Tyreece Simpson (52′, 66′).

Sebelumnya, The Yong Blues yang dipimpin oleh Elkan Baggott juga menang telak atas Watford dengan skor 3-0 pekan lalu.

Pertama kali menjadi kapten, Elkan Baggott langsung membawa timnya menang. Saat itu, ketika menghadapi Colchester, Ipswich Town U-23 menang dengan skor 3-2.

Kemenangan ini sejatinya tidak terlalu mengejutkan mengingat Ipswich Town U-23 memang sedang dalam performa apiknya.

Sedangkan Swansea City mendekati ranking bawah di Grup B Professional U23 Development League 2, kemenangan 6 kali secara beruntun dirayakan oleh Elkan Baggot melalui akun Instagramnya.

“Kemenangan yang bagus hari ini, enam kali menang beruntun,” tulis Elkan Baggott, Selasa (1/3).

Berusia 19 tahun, Elkan Baggott sudah menjadi tumpuan atau kapten tim dalam klub Inggris tersebut, hal itu menunjukkan bahwa dirinya memang bukan pemain sembarangan.

Baca Juga:   Perjuangan PSSI Kejar Saddil, Elkan dan Arhan Agar Tetap Tampil di Sea Games 2021

Memiliki postur tubuh yang ideal membuat dirinya sulit sekali untuk dilewati oleh lawan, selain itu Elkan Baggott juga beberapa kali mencetak gol.

Memilih untuk membela Indonesia menjadi perhatian publik, tak heran karena Elkan Baggott sebetulnya bisa saja membela negara lain yang secara rank FIFA lebih maju.

Namun kecintaannya kepada Indonesia nampaknya lebih besar, dirinya juga sudah beberapa kali membela Timnas Indonesia senior dan membuatnya kini tak bisa membela negara lain.

Meski di Piala AFF 2020 sang pemain lebih banyak dicadangkan, namun hal itu wajar karena Elkan Baggott mengakui kesulitan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.

Baca Juga:   Momen Elkan Baggott Hancurkan Mental Ivan Toney Striker EPL

Sedangkan ia sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggris, oleh karena itu Shin Tae-yong memilih untuk mencadangkannya karena komunikasi dalam lapangan sangatlah penting.

Kesulitan komunikasi diakui oleh Elkan Baggott sendiri di Youtube PSSI, dirinya lebih sering berkomunikasi dengan Ryuji Utomo yang memang fasih dalam bahasa Inggris.

Selain itu, Elkan Baggott juga masih minim bermain dengan para pemain Indonesia lainnya sehingga chemistri ia dengan rekan lainnya belum terbentuk dengan baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan